Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

7 Agu 2011

Penjahat Cyber Bidik Fans Harry Potter


Jakarta - Para penggemar Harry Potter diingatkan agar waspada. Pelaku kejahatan cyber tengah memanfaatkan momen 'euphoria' Harry Potter dengan mengirim spam.

Sebagian besar spam terkait dengan peluncuran situs Pottermore yang dijadwalkan Oktober mendatang. Ini adalah dunia virtual sekaligus situs yang dirancang untuk menjual novel Harry Potter versi ebook yang dibuat sang penulis novel J.K. Rowling.

Saat ini website tersebut masih versi beta. Registrasi Pottermore versi beta yang dibuka pada 31 Juli kini telah ditutup dan banyak penggemar Harry Potter yang tak sabar menantikan Pottermore dibuka untuk khalayak pada Oktober.

Nah, situasi ini selanjutnya dimanfaatkan para pelaku kejahatan cyber dengan menyebar spam yang menjanjikan preview dan akses istimewa ke Pottermore. Peneliti keamanan Chris Boyd dari GFI Software menyebutkan ada beberapa jenis spam umum yang dinamakannya sebagai spam 'Pottermania'.

Dilansir PC World dan dikutip detikINET, Minggu (7/8/2011), Boyd menyebutkan salah satu contohnya adalah video YouTube berjudul 'Pottermore—Beta Access—I got in!' yang menggiring pengguna memasuki survei yang berhubungan dengan marketing.

Beberapa hasil pencarian dengan kata kunci 'Pottermore' pun terdeteksi mengandung link malware dan virus trojan. Ada juga akun Pottermore beta yang dijual di situs lelang eBay. Mengetahui hal ini, admin situs Pottermore memberikan peringatan.

"Dimohon untuk tidak membeli, menjual atau mentransfer akun Pottermore beta. Mendapatkan regitrasi beta Pottermore dengan tujuan menjual detail informasi registrasi tersebut untuk mengambil keuntungan, tidak hanya menghalangi kesempatan para fans asli Harry Potter mendapatkan akses istimewa tetapi juga melanggar aturan kami," tulis admin Pottermore.

sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/08/07/134810/1698325/323/penjahat-cyber-bidik-fans-harry-potter?i991102105

Read more »

China Tolak Disebut Dalang 'Serangan Cyber Terbesar di Dunia'


Jakarta - Sebuah rangkaian serangan cyber terjadi selama lima tahun dan disebut-sebut sebagai yang 'terbesar di dunia'. China pun sempat dituding ada di balik serangan itu.

Jumlah korban serangan itu mencapai puluhan organisasi besar, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, berbagai pemerintahan dan perusahaan-perusahaan besar. McAfee menyebutnya sebagai serangan cyber terbesar yang pernah terjadi di dunia.

McAfee juga menyebutkan bahwa ada sebuah negara atau pemerintahan di balik serangan ini. Namun tak disebutkan negara mana yang jadi dalang.

Seorang pakar keamanan cyber bernama Jim Lewis, dari Center for International Studies, mengatakan bahwa sangat mungkin serangan itu berasal dari China. Dugaannya makin kuat karena beberapa target tampak sangat diminati oleh 'Beijing'.

"Semua petunjuk mengarah ke China. Bisa juga dari Russia, tapi lebih banyak yang mengarah ke China daripada Russia," kata Lewis seperti dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (5/8/2011).

Indikasi ke China, ujar Lewis, termasuk dibobolnya Komite Olimpiade Internasional dan beberapa komite olimpiade nasional menjelang Olimpiade Beijing 2008.

Meski demikian, Lewis menyebutkan bahwa negara seperti Amerika Serikat atau Inggris juga punya kemampuan untuk menggelar kampanye seperti ini.

Pihak China pun telah menolak tudingan ini. Melalui surat kabar People's Daily, China menyebut tudingan ini tidak bertanggungjawab.

"Menghubungkan China dengan serangan hacker di internet adalah hal yang tidak bertanggungjawab," sebut koran yang menjadi corong pemerintah China itu.

sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/08/05/113450/1697244/323/china-tolak-disebut-dalang-serangan-cyber-terbesar-di-dunia/

Read more »

4 Ancaman di Balik WiFi Gratisan 4 Ancaman di Balik WiFi Gratisan


Jakarta - Kafe, kampus, dan berbagai tempat publik kini sudah banyak yang dilengkapi dengan fasilitas WiFi. Menyenangkan memang bisa berinternet di tempat umum, terlebih gratis. Namun di sisi lain ada sejumlah ancaman yang menaungi.

Berikut 4 di antaranya yang dikutip detikINET berdasarkan laporan perusahaan keamanan ESET:

1. Evil twin login interception
Ini merupakan jaringan yang diset-up oleh hacker untuk menyamar sebagai WiFi hot spot yang resmi.

2. 0-day OS/app attack attempts
Disebut juga sebagai serangan threat melalui exploit yang tidak dikenal.

3. Sniffing
Upaya intercept untuk mencapai baik software maupun hardware komputer dan melakukan log terhadap lalu lintas dalam sebuah jaringan.

4. Data leakage (man-in-the-middle attack)
Pelaku kejahatan dunia maya mampu memodifikasi lalu lintas jaringan dan membuat user tidak menyadari seakan-akan ia sedang melakukan transaksi dengan bank. Padahal kenyataannya, data yang dikirim oleh user terkirim ke komputer pelaku kejahatan tersebut

Terkait dengan tingkat keamanan di ruang publik yang menyediakan akses internet nirkabel, Yudhi Kukuh, Technical Director PT. Prosperita-ESET Indonesia menambahkan jika saat pengguna melakukan pembelanjaan secara online atau melakukan transaksi keuangan, pastikan web address diawali dengan 'https' bukan 'http'. Hal ini untuk memastikan bahwa lalu lintas data yang menggunakan alamat web tersebut akan dienkripsi.

"Jadi perlu digarisbawahi bahwa kemudahan jangan dijadikan sebagai acuan utama jika berada di wilayah publik dengan fasilitas hotspot -- selalu gunakan mode peringatan dini dan perhatikan bentuk peringatan apapun yang diberikan," tukasnya, dalam keterangannya, Jumat (5/8/2011).

Hingga saat ini akses WiFi diperkirakan telah digunakan oleh lebih dari 700 juta orang, dengan lebih dari 4 juta tempat hotspot di seluruh dunia. Sementara WiFi router setiap tahunnya diproduksi sebanyak 800 juta unit.

Berdasar temuan global research project yang dilansir oleh Online Security Brand Tracker, yang disampaikan oleh InSites Consulting dan analisa dari United Consultants, menyebutkan hampir separuh pengguna internet di dunia melakukan koneksi internet paling sering dengan perangkat portabel. Dimana notebook menjadi perangkat yang paling populer (41%), diikuti netbooks (3%), smartphone (2%) dan komputer tablet (1%).

sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/08/05/125757/1697307/323/4-ancaman-di-balik-wifi-gratisan/

Read more »

Awas, Foto Profil Facebook Bisa Mengundang Bahaya


Jakarta - Bayangkan jika seseorang bisa menggali informasi hanya dari foto profil yang terpampang di Facebook. Dengan bantuan aplikasi khusus, hal tersebut bisa saja terjadi.

Hal ini diungkapkan oleh Alessandro Acquisti, asosiasi profesor TI dari Universitas Carnegie Mellon, dalam ajang Black Hat di Las Vegas, Amerika Serikat.

Dalam presentasinya, Acquisti menunjukkan bagaimana mudahnya seseorang mendapatkan informasi penting berdasarkan foto profil yang ada di Facebook dan Linkedln.

"Tren ke depannya sangat mudah untuk membobol privasi seseorang. Saya di sini hanya ingin meningkatkan kesadaran tentang apa yang akan terjadi," kata Acquisti, yang dikutip detikINET dari Computerworld, Sabtu (6/8/2011).

Percobaan yang dilakukan Acquisti bersama timnya memang terbukti berhasil meraup sejumlah data diri pengguna hanya melalui foto, caranya pun tidak sulit.

Pertama mereka memanfaatkan search engine, dipadukan dengan Application Programming Interface (API) yang mampu mengekstrak sekitar 275 ribu foto dari Facebooker di beberapa kota. Kemudian hal serupa juga dilakukan pada situs kencan.

Hasilnya? Dengan bantuan aplikasi pengenal wajah bertajuk Pittsburgh Pattern Recognition (PittPatt), Acquisti berhasil mencocokan pengguna yang memiliki akun di Facebook dan di situs kencan.

Percobaan lainnya dilakukan dengan mengambil foto dari 100 pelajar dalam berbagai macam gaya. Hanya butuh waktu sekitar 3 detik, Acquisti berhasil mendapatkan 31% profil pelajar tersebut di Facebook.

Teknologi semacam ini juga diklaim bisa dikembangkan lebih lanjut, misalnya dibuat untuk smartphone. Bayangkan hanya dengan dengan sekali jepret, maka seluruh data korban ada dalam gengaman.

Data yang berhasil diciduk tersebut dikhwatirkan bakal disalah gunakan, misalnya untuk keperluan pengiklan atau penyebaran spam. Terlebih lagi, hampir 90% Facebooker menggunakan nama asli dan menuliskan data sensitif dalam situs jejaring sosial tersebut.

"Teknologi seperti ini hampir menjembatani antara kehidupan digital dengan kehidupan sebenarnya," tandas Acquisti.

sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/08/06/155834/1698082/323/awas-foto-profil-facebook-bisa-mengundang-bahaya?i991102105

Read more »

Hack 500 Ribu Akun Facebook, Raja Spam Ditangkap




Jakarta - Seorang spammer ternama yang dikenal dengan sebutan 'Spam King' atau raja spam menyerahkan diri ke FBI. Aksinya meretas 500 ribu akun Facebook kini diganjar hukuman penjara.

Sanford Wallace, si raja spam tersebut, ditangkap di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) pekan ini. Pria berusia 43 tahun ini diketahui meretas akun Facebook pada November 2008 Hingga Maret 2009. Dia diduga menggunakan akun yang dihacknya untuk membuat 27 juta postingan spam di wall Facebook.

Pengguna Facebook yang menjadi sasarannya, akan melihat postingan tersebut seolah-olah berasal dari temannya. Ketika diklik, mereka akan masuk ke situs yang dirancang agar korban memberikan informasi personal seperti nama lengkap, alamat email dan password. Setelah itu, mereka akan diarahkan untuk website terkait yang diduga trafiknya akan memberikan keuntungan substansial bagi Wallace.

Dikutip detikINET dari Telegraph, Minggu (7/8/2011), pria yang juga dikenal dengan nama Spamford Wallace dan David Frederix ini awalnya menguji bentuk spam ini diantara dua akun Facebook. Wallace kini dijerat 11 tuduhan penipuan yang meliputi tindakan sengaja merusak komputer yang terproteksi dan penghinaan kriminal.

Facebook sendiri sangat menyambut gembira penangkapan Wallace. "Kami memuji upaya FBI dan kantor pengacara AS menggiring spammer ke pengadilan," kata Chris Sonderby, Lead Security and Investigation Counsel di Facebook.

Disebutkannya, dua tahun lalu Facebook menuntut Wallace dan pengadilan federal memerintahkannya membayar denda USD 711 juta karena telah mengirimkan spam ke para pengguna Facebook.

"Kini Wallace benar-benar menghadapi masa penahanan serius karena tindakannya," ucap juru bicara Facebook itu puas.

http://www.detikinet.com/read/2011/08/07/155005/1698360/398/hack-500-ribu-akun-facebook-raja-spam-ditangkap?i991101105

Read more »

Google+ Diyakini Bisa Geser Facebook

Jakarta - Dengan semua aset yang dimilikinya, Google+ dipercaya bisa menaklukkan popularitas Facebook. Kepercayaan ini dihembuskan oleh pihak pengembang yang seakan tak sabar ingin berkreasi di situs jejaring besutan Google itu.

Meski kini Facebook sudah dihuni oleh 750 juta pengguna dan Google+ masih jauh di belakangnya (baru di kisaran 20 juta user), namun lantaran digawangi oleh sang raksasa internet, Google+ diyakini bisa menghadirkan persaingan yang sengit.

Sebanyak 1.621 responden yang diteliti oleh Appcelerator dan IDC dilempari pertanyaan, "Apakah Google bisa mengalahkan Facebook?" Dan sebanyak dua pertiga dari mereka menjawab "Iya".

Alasan mereka bisa yakin akan kekuatan Google, dikatakan oleh 68% dari dua pertiga responden tersebut ialah bahwa Google memiliki aset seperti YouTube, map dan lainnya.

Walau hingga saat ini Google belum merilis API, akan tetapi hal ini tidak menyurutkan keinginan developer atau pihak pengembang untuk membuat program untuk layanan tersebut.

Sebanyak 72% dari responden mengatakan mereka berencana untuk berkreasi di API milik Google+ dalam waktu 12-18 bulan.

Namun bagaimanapun juga pihak pengembang juga belum berencana akan meninggalkan Facebook begitu saja, buktinya sebesar 83% mengatakan bahwa mereka akan memakai tools dan layanan Facebook di aplikasi mereka tahun ini. Untuk situs mikroblogging Twitter, kedudukannya ada di ranking ke-2 dengan mengumpulkan 'persetujuan' sebanyak 73%.

Lalu apa yang menjadi magnet bagi Google+ bagi pihak pengembang? Selain karena ia menawarkan banyak fitur yang beda dengan Facebook yaitu Circles, Sparks dan Hangouts, pengembang juga percaya bahwa Google akan meracik Google+ di sistem operasi Android.

Dikutip detikINET dari Cnet News, Kamis (4/8/2011), dengan racikan ini nantinya pun menimbulkan asa untuk memudahkan developer untuk membuat program bagi piranti-piranti Android.

sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/08/04/084040/1696133/398/google--diyakini-bisa-geser-facebook

Read more »

./vM




Detected

Your Browser's JavaScript is: